News

Banyak Pasien Terindikasi Corona, RSUD Bogor Ingin Operasikan Lab Swab PCR

loading...

BRO. Saking banyaknya pasien suspect Corona Virus Disease (Covid-19) yang ditangani, ditambah 51 pegawainya (tenaga kesehatan dan penunjang) sempat dinyatakan berstatus reaktif, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor segera mengoperasikan laboratorium swab Polymerase Chain Reaction (PCR) Test sendiri.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir saat dikonfirmasi terkait perkembangan perawatan kasus pasien Covid-19 di Kota Bogor yang kasusnya belum juga menunjukan tanda-tanda mereda, Kamis (23/04/2020).

“Terkait pemeriksaan sampel swab para pasien di RSUD Kota Bogor semuanya dibawa ke Lab Swab Litbangkes Kemenkes dan ada juga yang ke Lab Swab IPB,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, sejak IPB University mendapat rekomendasi Kemenkes untuk memeriksa sample swab dari wilayah Bogor Raya (Kota/Kabupaten) sejak sepekan terakhir sudah mengirim lebih dari 100 sampel.

“Karena kalau ke IPB semua tak memadai, kasihan IPB nya, maka dari itu, kita juga saat ini sedang mengimprovisasi RSUD Kota Bogor agar mampu memeriksa juga, Insyaallah saat ini BSC (Bio Safety Cabinet) sudah datang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk mengoperasikan atau melayani pemeriksaan sampel swab dari lab PCR di RSUD Kota Bogor, menurutnya tinggal menunggu Surat Perintah (Sprint) atau rekomendasi dari Kemenkes.

“Sebetulnya kita sudah mengusulkan sejak jauh-jauh hari, jadi Insyaallah RSUD bisa, lab IPB bisa (pemeriksaan sampel swab),” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya mengaku dengan alat BSC yang terbatas yakni empat unit, setidaknya dalam sehari hanya bisa memeriksa 20 sampel.

“Kita sehari bisa menerima 20 sampel swab karena BSC nya hanya empat. Yang jelas selama ini RSUD Kota Bogor sudah banyak mengirim sampel swab ke lab IPB dengan jumlah lebih dari 100, hasilnya mayoritas negatif,” katanya.

Terkait dengan berkurangnya pegawai tenaga kesehatan dan penunjang karena terpapar Covid-19 dari hasil rapid test, pihaknya mensiasati dengan pembagian waktu hari kerja.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai ada beberapa pasien (terkait Covid-19) yang pulang, sekarang tersisa 41 pasien dari awalnya kita merawat 130 an,” jelasnya.

Tak hanya itu, dari 41 pasien yang saat ini menjalani perawatan baik positif maupun berstatus PDP bakal berkurang lagi 12 orang.

“Untuk yang 12 ini kita masih menunggu lagi hasil swab. Mudah-mudahan bisa dipulangkan, saat ini satu diantaranya ada di ruang ICU ventilator dari awal masuk kalau dihitung mungkin sudah lebih dari 20 hari. Satu orang ini karena ada penyakit penyerta atau comorfid  (ada diabetes, hipertensi dan lain sebagainya). Tapi mudah-mudahan cepat membaik,” ujarnya.

Terkait kesiapan kembali menghadapi lonjakn pasien Covid-19, pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyediakan ruang isolasi Covid-19.

“Saat ini ada delapan ruangan ICU tekanan negatif lengkap dengan ventilator. Itu khusus untuk Covid-19. Ditambah lagi sama ruangan yang lain untuk isolasi ada 148 ruangan. Jadi sejauh ini kapasitasnya masih mencukupi untuk antisipasi, sekarang baru ke isi 41, jadi masih banyak sisanya.
Mudah-mudahan jangan ter isi lah,” ujarnya.

Sedangkan alat kesehatan lainnya, seperti alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan, pihaknya mengklaim telah memiliki stok yang cukup. “Saat ini memiliki 6000 APD dengan 200 nakes itu estimasi untuk satu bulan,” pungkasnya.

Penulis : Hari Y
Editor : Hari Y

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close