Ngabuburit Penuh Toleransi di Pulo Geulis Bogor, Dedie Rachim Buka Puasa Bersama di Klenteng Phan Ko Bio

BRO. KOTA BOGOR – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menggelar ngabuburit penuh toleransi bersama warga Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (23/2/2026). Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama di Klenteng Phan Ko Bio, rumah ibadah yang berdiri sejak 1700-an.

Didampingi jajaran Pemerintah Kota Bogor dan Yayasan Desa Inklusi, Dedie menyusuri permukiman padat penduduk. Ia mengunjungi rumah warga lanjut usia (lansia), menjenguk warga sakit, serta menyerahkan bantuan sosial secara langsung.

Tak hanya itu, Dedie juga meninjau sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan masuk skema bantuan perbaikan. Di sela kegiatan, ia membagikan susu kepada anak-anak yang tengah menunggu waktu berbuka puasa.

“Inilah namanya ngabuburit. Semua warga berbahagia menyambut bulan suci Ramadan dan menunggu waktu berbuka,” ujar Dedie.

Momentum Ramadan tahun ini beriringan dengan suasana Imlek. Menurut Dedie, kondisi tersebut menjadi simbol kuat keberagaman dan toleransi di Kota Bogor.

“Kita jadikan ini momentum silaturahmi untuk menguatkan sinergi, kolaborasi, dan meningkatkan toleransi. Faktanya, warga di sini tidak memiliki persoalan terkait perbedaan latar belakang,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebersamaan umat Muslim berbuka puasa di klenteng menjadi potret nyata harmoni di Kota Bogor.

Bahkan, selain disediakan hidangan berbuka, umat Muslim juga dapat melaksanakan ibadah di musala sekitar lokasi.

“Ini Bogor di bulan Ramadan yang penuh berkah. Kita bisa buka puasa bersama di klenteng dan tetap menjalankan ibadah dengan nyaman,” ucapnya.

Usai buka puasa, Dedie melanjutkan kegiatan dengan salat Isya dan Tarawih keliling di Kampung Padabeunghar.

Direktur Yayasan Desa Inklusi, Lazira, menilai kegiatan lintas budaya ini sebagai wujud nyata toleransi yang telah mengakar di masyarakat.

“Ketika ada buka puasa bersama lintas budaya seperti ini, itu menunjukkan Kota Bogor indah dengan tingkat toleransi yang tinggi. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut dan bisa menjadi role model,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan pembagian sembako dan santunan bagi anak yatim, lansia, dan dhuafa. Program ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjadi miniatur keberagaman Kota Bogor yang harmonis.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses