“Kami mendesak Dinas PUPR Kota Bogor tidak asal mengejar cepat selesai, tapi benar-benar memperhatikan kualitas. Jika dibiarkan, kondisi ini sangat berisiko menimbulkan kecelakaan bahkan korban jiwa,” tegas Ryan
BRO. KOTA BOGOR – Kondisi Jalan Jalak Harupat, tepatnya di kawasan lingkar Istana Bogor, menjadi sorotan publik. Pasalnya, aspal yang belum lama dikerjakan kini sudah mengalami kerusakan berupa pengelupasan atau ravelling yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (21/1/2026), butiran aspal tampak terlepas dan berserakan di sepanjang permukaan jalan. Kerusakan tersebut semakin berisiko saat hujan turun karena membuat jalan menjadi licin, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Salah seorang pengguna jalan, Ryan Jaelani, mengaku nyaris mengalami kecelakaan saat melintasi Jalan Jalak Harupat dalam kondisi hujan.
“Aspalnya belum lama dikerjakan, tapi sudah terkelupas dan butirannya lepas. Tadi saya hampir jatuh karena jalan sangat licin saat hujan,” ujar Ryan di lokasi.
Ia menyayangkan kualitas pengerjaan jalan di jalur protokol yang menjadi salah satu wajah Kota Bogor tersebut.
Menurutnya, kerusakan di titik strategis seharusnya tidak terjadi apabila material dan proses pengerjaan dilakukan sesuai standar.
Ryan mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor agar segera turun tangan dan melakukan perbaikan dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan masyarakat.
“Kami mendesak Dinas PUPR Kota Bogor tidak asal mengejar cepat selesai, tapi benar-benar memperhatikan kualitas. Jika dibiarkan, kondisi ini sangat berisiko menimbulkan kecelakaan bahkan korban jiwa,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Jalan Jalak Harupat masih dipenuhi butiran aspal yang terkelupas. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kondisi jalan basah.
Selain Jalan Jalak Harupat, kerusakan jalan juga terpantau di sejumlah ruas lain di Kota Bogor, seperti Jalan R3, Semplak, Jalan Merdeka, serta beberapa titik lainnya yang dipenuhi lubang dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, mendesak Dinas PUPR agar lebih serius memperhatikan kualitas aspal dalam setiap proyek perbaikan dan perawatan jalan.
Menurutnya, karakteristik Kota Bogor yang memiliki intensitas hujan tinggi seharusnya sudah menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan material dan metode pengaspalan.
“Bidang yang bertanggung jawab terhadap pengaspalan tentu bukan orang baru dan sudah paham kondisi Kota Bogor. Kalau memang sering hujan, gunakan kualitas aspal yang benar-benar kuat, jangan asal-asalan,” tegas politisi yang akrab disapa Kiwong tersebut.
Editor : Adjet
