Warga Ardio Melawan! Penutupan Rel Kereta MA Salmun Ditunda

“Yang kita tunda itu adalah penutupan akses jalan masyarakat. Sebenarnya bukan ditutup total, masih bisa juga akses untuk lewat ke warga Ardio. Cuma kita perlu sosialisasi yang matang,” ujar Jenal.(22/10)

BRO. KOTA BOGOR – Warga Jalan Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menolak rencana penutupan permanen lintasan kereta api di Jalan MA Salmun. Penolakan tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunda penutupan akses jalan untuk pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Warga khawatir penutupan lintasan kereta akan memutus akses utama keluar-masuk permukiman mereka. Selain itu, pengendara sepeda motor dikhawatirkan beralih melintasi Jembatan Plengkung yang menjadi jalur alternatif menuju kawasan niaga Pasar Anyar, melalui Jalan Sawo Jajar dan Jalan Dewi Sartika.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas dan mengganggu kenyamanan warga di kawasan permukiman.

Penolakan itu mencuat saat Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, bersama tim gabungan Pemkot Bogor menertibkan dan membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan MA Salmun, Kamis (22/10/2026).

Jenal mengatakan, Pemkot Bogor menunda penutupan akses jalan tidak secara menyeluruh di kawasan lintasan kereta MA Salmun untuk memberikan waktu bagi pemerintah dan masyarakat membahas rekayasa lalu lintas.

“Yang kita tunda itu adalah penutupan akses jalan masyarakat. Sebenarnya bukan ditutup total, masih bisa juga akses untuk lewat ke warga Ardio. Cuma kita perlu sosialisasi yang matang,” ujar Jenal.

Menurutnya, Jalan MA Salmun tidak hanya digunakan pengunjung pasar, tetapi juga menjadi akses penting bagi warga Kampung Ardio dan sejumlah rukun warga (RW) di sekitarnya.

Jenal membuka peluang penundaan sekitar satu minggu jika diperlukan untuk memastikan sosialisasi berjalan optimal. Pemerintah juga ingin memastikan akses warga tetap terakomodasi tanpa menghambat pembangunan JPO.

“Yang penting di lapangan kondusif, masyarakat merasa tersosialisasikan, yang kerja pun warga dilibatkan, dan akses betul-betul bisa dilalui. Saya rasa jalan paling tengah adalah diskusi kembali, sosialisasi kembali, dan warga ikut terlibat dalam proyek yang akan dibangun,” katanya.

Pemkot Bogor Bahas Rekayasa Lalu Lintas

Sebagai tindak lanjut, pembahasan rekayasa lalu lintas dijadwalkan berlangsung di Kantor Kelurahan Cibogor pada Jumat (23/10/2026) pukul 14.00 WIB.

Pertemuan tersebut akan melibatkan unsur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pihak kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

Pemkot Bogor juga menyebut sekitar 30 warga setempat akan dilibatkan dalam proses pembangunan di kawasan tersebut.

Jenal menegaskan, pembangunan JPO di kawasan lintasan kereta MA Salmun diperlukan untuk mendukung keselamatan perjalanan. Proyek yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu perlu diiringi penataan pedagang dan pengaturan akses masyarakat.

Pemkot Bogor kini berupaya mencari solusi agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan, tanpa mengabaikan kebutuhan mobilitas warga dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Anyar.

Editor Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses