Api Kembali Membesar, Pemadaman Kebakaran TPAS Galuga Berlanjut hingga Dini Hari

“Ada sekitar 24 persen lagi luasan yang masih terjadi kepulan asap dan timbulan api. Puluhan petugas masih berjibaku memadamkan api,” kata Jenal saat berada di lokasi kebakaran.

BRO. KOTA BOGOR – Upaya pemadaman kebakaran di lahan milik Kota Bogor di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga terus dilakukan hingga dini hari. Api yang sempat kembali membesar pada Jumat (11/9/2026) membuat petugas menambah konsentrasi pemadaman dengan dukungan alat berat.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memimpin langsung operasi pemadaman di lokasi. Dari total lahan seluas lebih dari 7 hektare yang terbakar, sekitar 24 persen masih menyisakan kepulan asap dan titik api.

“Ada sekitar 24 persen lagi luasan yang masih terjadi kepulan asap dan timbulan api. Puluhan petugas masih berjibaku memadamkan api,” kata Jenal saat berada di lokasi kebakaran.

Kondisi sempat kembali memburuk pada sore hari ketika api membesar. Petugas kemudian meningkatkan upaya pemadaman dengan mengerahkan alat berat untuk membantu penanganan titik-titik api yang sulit dijangkau.

Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, hanya sebagian kecil titik api yang masih terlihat.

Jenal mengatakan, upaya pemadaman dilakukan secara maksimal oleh Pemerintah Kota Bogor dengan dukungan petugas dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah mulai padam. Dan insyaallah nanti pagi kita akan melakukan pendinginan,” ujar Jenal.

Water Bombing Lima Kali

Selain pemadaman dari darat, penanganan kebakaran TPAS Galuga juga dilakukan melalui metode water bombing menggunakan pesawat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS).

Pada Sabtu pagi, water bombing dilakukan lebih dari lima kali untuk membasahi titik-titik yang masih berpotensi memunculkan api.

Komandan Lanud ATS, Marsma TNI Andy F. Picaulima, mengatakan seluruh titik penyiraman telah disesuaikan dengan koordinat lokasi kebakaran.

“Jadi kita sudah lima kali sorti, lima kali buang. Kalau dihitung sudah 15 ton air. Namun karena lokasi pengambilan air terlalu gelap, sehingga tidak bisa terambil,” kata Andy.

Meski pemadaman dari darat dan udara terus dilakukan, Pemkot Bogor juga menempuh langkah lain. Usai Salat Jumat di masjid sekitar TPAS Galuga, Jenal Mutaqin bersama masyarakat mengikuti Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di kawasan yang terdampak kebakaran.

Pemadaman dan pendinginan selanjutnya terus dilakukan untuk memastikan titik-titik api benar-benar padam dan mencegah kebakaran kembali meluas.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses