Book Sharing di Bogor Hadirkan Ruang Aman bagi Muslimah untuk Self-Healing dan Pemulihan Emosi

Book Sharing di Bogor Hadirkan Ruang Aman bagi Muslimah untuk Self-Healing dan Pemulihan Emosi

BRO. KOTA BOGOR – Kegiatan Book Sharing bertajuk “Mengubah Luka, Menggali Makna: Berbagi Cerita Melalui Buku sebagai Jendela Jiwa” digelar di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Minggu (26/7/2026). Acara ini menjadi ruang aman bagi muslimah untuk berbagi pengalaman, melakukan refleksi diri, serta memperkuat kesehatan mental dan spiritual melalui pendekatan self-healing.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan remaja putri mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 180 menit. Jumlah peserta sengaja dibatasi agar proses refleksi, diskusi, dan pembelajaran berlangsung lebih intim, hangat, dan mendalam.

Kegiatan dipandu oleh Lili Marliyuana, Certified Self-Healing Professional sekaligus Emotional Healing Therapist dan Direktur ABCo Therapy Center, didampingi Nena Nurjanah sebagai co-facilitator.

Lili mengatakan setiap perempuan memiliki perjalanan hidup yang menyimpan beragam pengalaman, mulai dari kehilangan, pengkhianatan, kelelahan, luka masa kecil, hingga perjuangan menjalani peran sebagai ibu.

“Ada cerita tentang kehilangan, pengkhianatan, perjuangan menjadi ibu, masa kecil yang masih menyisakan luka, hingga perjalanan menemukan jati diri. Cerita-cerita itu tidak harus disangkal. Ketika diberi ruang yang aman untuk dikenali dan dimaknai, cerita tersebut dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan,” ujarnya.

Berbeda dengan seminar pada umumnya, Book Sharing ini lebih menitikberatkan pada refleksi, kontemplasi, dan koneksi antarpeserta. Melalui kelompok-kelompok kecil, peserta diajak saling mendengarkan dengan empati tanpa menghakimi.

Materi yang diberikan mencakup konsep Writing is Healing, yaitu teknik menulis reflektif untuk mengenali emosi dan menemukan makna hidup, serta praktik Self-Healing yang dapat diterapkan secara mandiri guna menjaga kesehatan mental dan spiritual.

Dalam kesempatan tersebut juga dideklarasikan pembentukan Komunitas Healing Circle, sebagai wadah berkelanjutan bagi muslimah untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan bertumbuh dalam lingkungan yang aman, suportif, dan penuh empati.

Lili berharap seluruh peserta dapat membawa pulang pengalaman positif dari kegiatan tersebut.

“Harapannya, peserta pulang dengan hati yang lebih lapang, hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri, serta keyakinan bahwa setiap perjalanan hidup mengandung hikmah ketika dijalani dengan sabar, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT,” katanya.

Selain memperoleh materi Book Sharing dan praktik Self-Healing, peserta juga mendapatkan akses bergabung dengan Komunitas Healing Circle sebagai wadah pendampingan dan pengembangan diri secara berkelanjutan.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses