Dishub Jabar Operasikan Halte ITB di Koridor 5, Mahasiswa Bayar Rp2.000

BRO. BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengoperasikan Halte ITB Ganesha A dan B pada Koridor 5 Metro Jabar Trans (Dipatiukur–Jatinangor), Senin (26/1/2026). Kehadiran halte ini langsung disambut antusias karena mahasiswa hanya dikenakan tarif Rp2.000, menjadikannya solusi transportasi murah dan praktis bagi aktivitas kampus.

Peresmian Halte ITB Ganesha merupakan bagian dari komitmen Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat layanan angkutan umum massal yang terintegrasi, berkelanjutan, dan ramah pengguna, khususnya di kawasan pendidikan seperti Institut Teknologi Bandung (ITB).

Mahasiswa Rp2.000, Umum Rp4.900 Flat
Kepala Dishub Jabar, Dhani Gumelar, menegaskan bahwa kebijakan tarif murah menjadi prioritas utama pelayanan Metro Jabar Trans.

“Mahasiswa cukup membayar Rp2.000 dengan menunjukkan kartu mahasiswa, termasuk mahasiswa ITB. Untuk masyarakat umum tarifnya Rp4.900 flat, sejauh apa pun jaraknya. Pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas juga mendapat tarif khusus Rp2.000,” ujar Dhani usai peresmian.

Dishub Jabar juga tengah menyiapkan kartu berlangganan khusus mahasiswa sebagai solusi jangka panjang, terutama untuk koridor strategis ITB–Jatinangor yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.

Armada 25 Bus, Headway 5–10 Menit

Saat ini Koridor 5 Metro Jabar Trans dioperasikan dengan 25 unit bus aktif dan 3 unit cadangan. Waktu tunggu (headway) berada di kisaran 5–10 menit dan akan terus dievaluasi, khususnya di halte dengan volume penumpang tinggi seperti Jatinangor.

“Awal masa perkuliahan biasanya terjadi lonjakan penumpang. Armada siap kami tambah agar pelayanan tetap optimal,” kata Dhani.

Transaksi Non-Tunai, Ada Aplikasi dan Hotline

Seluruh layanan Metro Jabar Trans menerapkan pembayaran 100 persen non-tunai, menggunakan e-money dan QRIS. Selain itu, penumpang dapat memantau pergerakan bus melalui aplikasi pelacakan, sehingga waktu kedatangan lebih terprediksi.

Dishub Jabar juga menyediakan hotline pengaduan yang terpasang di bus dan halte, serta kanal media sosial resmi.
“Kalau AC mati, sopir ugal-ugalan, atau bus berhenti sembarangan, silakan laporkan. Standar pelayanan kami tegas: AC wajib menyala, sopir dilarang merokok, dan bus hanya berhenti di halte resmi,” tegas Dhani.

Halte Strategis, Dorong Tinggalkan Kendaraan Pribadi
Halte ITB Ganesha dibangun di Jalan Ganesha, titik strategis yang menopang mobilitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan warga sekitar.
Penyesuaian lintasan Koridor 5 dilakukan berdasarkan survei teknis berbasis data, melibatkan Perum DAMRI, PT Jasa Sarana, PT Surveyor Indonesia, dan PT Nusantara Global Inovasi.

Dengan panjang rute pulang-pergi sekitar 72,3 kilometer dan total 28 unit bus, Koridor 5 diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas pendidikan, permukiman, dan ekonomi antara Bandung dan Sumedang.

Menuju Transportasi Publik Andal dan Berkelanjutan
Pengembangan Metro Jabar Trans terus dievaluasi melalui program MASTRAN yang didukung World Bank dan AFD dengan skema Buy The Service (BTS). Targetnya jelas: layanan transportasi publik yang murah, nyaman, tepat waktu, dan bisa diandalkan.

Dengan tarif mahasiswa Rp2.000, sistem cashless, headway singkat, aplikasi pelacakan, serta hotline pengaduan, Halte ITB di Koridor 5 Metro Jabar Trans bukan sekadar fasilitas baru, melainkan solusi nyata transportasi publik yang mendukung kehidupan kampus dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses