Komisi III DPRD Bogor Soroti Kontraktor Mila Kencana: Tak Profesional, Pekerjaan Asal-asalan

Komisi III juga menyoroti proyek trotoar di Jalan Ahmad Yani yang dinilai asal-asalan. Tak ada mandor, pengawas, atau kantor pelaksana di lokasi”

BRO. KOTA BOGOR – Komisi III DPRD Kota Bogor menyoroti keras sejumlah proyek revitalisasi di kawasan GOR Pajajaran, termasuk kolam renang Mila Kencana, GOR basket semi indoor, lapangan voli, hingga pedestrian Ahmad Yani. Hasil inspeksi mendadak (sidak) menunjukkan banyak proyek dikerjakan tanpa menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), bahkan dinilai dikerjakan asal-asalan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Heri Cahyono mengatakan, sidak dilakukan pada Rabu (5/11/2025) untuk meninjau langsung sejumlah proyek di bawah pengawasan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas PUPR Kota Bogor.

“Hasilnya, ada perbedaan mencolok antara proyek yang tertata dengan baik dan yang amburadul. Untuk pembangunan stadion dan lintasan lari, manajemen proyeknya bagus dan profesional. Tapi proyek lain seperti kolam renang Mila Kencana justru berantakan, tak ada pengawas dan penataan kerjanya semrawut,” ujar Heri, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga : Kontraktor Proyek Drainase di Jalan Tirto Adhi Surjo Dituding Kerja Serampangan, Pipa Tirta Pakuan Bocor

Menurut Heri, proyek pembangunan lapangan voli dan bulu tangkis juga memprihatinkan. Tidak ada penerapan K3, pengawas proyek absen, dan manajemen di lapangan nyaris tanpa arah.

“Pekerjaan di dua lokasi ini harus segera dibenahi agar mutu hasil pembangunan tidak menurun. Kami juga menemukan toilet dan tangga tribun yang tidak sesuai standar. Pintu kamar mandi terlalu pendek, ruang sempit, dan tidak ada shower — hal kecil tapi penting untuk kenyamanan pengguna,” jelasnya.

Komisi III juga menyoroti proyek trotoar di Jalan Ahmad Yani yang dinilai asal-asalan. Tak ada mandor, pengawas, atau kantor pelaksana di lokasi.

“Kegiatan seperti berjalan tanpa arah. Kami minta Dinas PUPR segera mengevaluasi rekanannya karena kualitas di lapangan sangat lemah,” tegas Heri.

Ia memastikan seluruh temuan akan dibahas dalam rapat evaluasi bersama dinas terkait. “Setiap proyek harus menjunjung profesionalitas dan akuntabilitas. Jangan sampai anggaran besar, hasilnya asal jadi,” katanya.

Baca Juga : PUPR Kota Bogor Tegur Kontraktor Proyek Drainase di Jalan Tirto Adhi Surjo Akibat Bocorkan Pipa Tirta Pakuan

Ben Argoebie: Kontraktor Mila Kencana Tak Punya Kesan Profesional

Wakil Ketua Komisi III, M. Benninu Argoebie, turut menyampaikan kritik tajam. Ia menilai pengerjaan GOR Indoor A dan B serta kolam renang Mila Kencana jauh dari kesan profesional.

“Kontraktor Mila Kencana dan dua GOR itu tidak siap. Kami datang, mereka tidak pakai helm, tidak ada pengawas, bahkan ada pekerja yang tidur di lokasi. Ini proyek miliaran rupiah, tapi kesannya seperti main-main,” ujarnya.

Ben mencontohkan, pada proyek GOR B, kamar mandi dibangun terlalu pendek dan tidak sesuai standar. Saat dikonfirmasi, kontraktor beralasan hal itu sesuai perencanaan.

“Harusnya ada evaluasi menyeluruh — dari perencanaan sampai pelaksanaan. Apalagi sudah pernah ada kasus pekerja meninggal di proyek. Itu nyawa manusia, bukan hal sepele,” tegasnya.

Ben juga menyoroti kontraktor yang tidak disiplin dalam penerapan K3. “Kalau proyek BUMN, tidak pakai helm dan sepatu itu bisa kena denda 50 dolar. Kota Bogor bukan kota bercanda. Visi ‘Bogor Beres’ itu dimulai dari keseriusan kerja, bukan asal-asalan,” ucapnya.

Meski begitu, Ben mengapresiasi pembangunan stadion utama GOR Pajajaran yang dinilai sangat profesional dan disiplin.

“Dari pintu masuk saja sudah ada satpam yang memastikan pekerja memakai sepatu dan helm. Itu baru standar K3 yang benar,” tambahnya.

Dispora: Anggaran Revitalisasi GOR Pajajaran Capai Rp31 Miliar

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menjelaskan bahwa revitalisasi GOR Pajajaran dilakukan besar-besaran dengan anggaran Rp31 miliar.

“Revitalisasi ini untuk persiapan Porprov Jabar 2026. Fokus utama kami adalah perbaikan stadion dengan nilai Rp20 miliar, mencakup rumput, tribun, dan jogging track. Progresnya sudah 42 persen dan ditarget rampung 24 Desember 2025,” jelas Anas.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses