BRO. KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempercepat persiapan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kayumanis. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turun langsung meninjau lokasi proyek dan akses jalan menuju kawasan PSEL pada Selasa (21/7/2026) guna memastikan kesiapan infrastruktur sebelum pembangunan dimulai.
Dalam peninjauan tersebut, Dedie mengungkapkan bahwa proses panjang perencanaan PSEL Kayumanis telah memasuki tahap krusial. Seluruh proses di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah rampung dan pemenang lelang pelaksana proyek sudah ditetapkan.
“Alhamdulillah proses di Danantara sudah selesai. PSEL Kayumanis menjadi bagian dari batch kedua program nasional yang dikawal oleh Menko Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Dalam Negeri, PLN, Kementerian ESDM, Gubernur Jawa Barat, hingga Pemerintah Kota Bogor,” kata Dedie.
Menurutnya, penetapan pemenang lelang menjadi sinyal kuat bahwa proyek strategis pengolahan sampah modern di Kota Bogor segera memasuki tahap konstruksi.
“Pemenang lelang sudah ada dan calon pelaksana pembangunan juga sudah ditetapkan. Groundbreaking PSEL Kayumanis direncanakan dilakukan setelah pembangunan PSEL Galuga. Jika PSEL Bogor Raya 1 dimulai awal Agustus, maka PSEL Bogor Raya 2 ditargetkan groundbreaking pada November 2026,” ujarnya.
Selain meninjau lokasi utama proyek, Dedie juga mengecek kondisi akses jalan sepanjang sekitar 1,65 kilometer yang menghubungkan Jalan Sholeh Iskandar dengan kawasan PSEL Kayumanis.
Ia menemukan sejumlah titik yang masih memerlukan perbaikan, mulai dari penguatan konstruksi jalan hingga pekerjaan cut and fill agar akses menuju lokasi proyek lebih aman dan representatif.
“Saya meminta Sekda dan Kepala Dinas PUPR agar geometrinya dibuat lebih mulus dan tidak terlalu berkelok. Jika diperlukan pembebasan lahan dalam skala kecil, segera diproses agar pembangunan akses jalan tidak terhambat,” tegasnya.
Dedie menjelaskan, peningkatan akses jalan akan memanfaatkan anggaran rutin pemeliharaan yang telah direncanakan sebelumnya. Namun, keberadaan proyek PSEL membuat konstruksi jalan harus diperkuat karena berada di sepanjang sempadan Sungai Angke.
“Akses jalan ini memang sudah masuk perencanaan lama. Tetapi dengan adanya pembangunan PSEL, konstruksinya harus disesuaikan dan diperkuat karena berada di kawasan sempadan sungai,” katanya.
Pemkot Bogor akan menggunakan dua skema pengerjaan, yakni melalui anggaran rutin untuk pekerjaan awal seperti pemadatan lahan, serta melalui proses lelang untuk pekerjaan konstruksi lanjutan.
“Kami akan menggunakan dua pendekatan. Pertama melalui anggaran rutin untuk pekerjaan awal, dan kedua melalui proses pengadaan atau lelang untuk pekerjaan konstruksi lainnya sesuai kebutuhan,” jelas Dedie.
Pemkot Bogor menargetkan akses jalan menuju lokasi PSEL Kayumanis sudah dapat dilalui pada November 2026, bersamaan dengan dimulainya pembangunan proyek. Sementara pekerjaan lanjutan seperti normalisasi sungai, pembangunan turap, bronjong, dan penguatan infrastruktur pendukung akan dilakukan secara bertahap.
“Insya Allah November nanti akses dari Jalan Sholeh Iskandar menuju lokasi PSEL sudah bisa digunakan. Selanjutnya normalisasi sungai, penguatan turap, bronjong, dan pekerjaan pendukung lainnya akan terus dilanjutkan,” pungkasnya.
Editor : Adjet
