“Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 2026 ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi, meningkatkan religiusitas masyarakat, serta mendorong terwujudnya Kota Bogor yang lebih harmonis dan penuh keberkahan”.
BRO. KOTA BOGOR – Ratusan jamaah memadati Masjid Agung Kota Bogor dalam Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M yang digelar Pemerintah Kota Bogor, Selasa (20/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri, khususnya dalam menjalankan ibadah shalat.
Menurutnya, peristiwa Isra Mi’raj merupakan mukjizat luar biasa yang menjadi tonggak diwajibkannya shalat lima waktu secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW.
“Perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha adalah peristiwa agung. Inti dari Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu yang harus kita jaga dan laksanakan dengan penuh kesadaran,” ujar Adityawarman.
Ia menekankan bahwa shalat memiliki dimensi vertikal dan horizontal. Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, shalat juga membentuk karakter, disiplin, serta akhlak sosial di tengah masyarakat.
“Momentum Isra Mi’raj ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjadikan shalat sebagai prioritas utama. Kualitas shalat akan berbanding lurus dengan kualitas pribadi dan perilaku sosial seseorang,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Senada dengan itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim berharap peringatan Isra Mi’raj 2026 mampu menjadi titik balik bagi masyarakat Kota Bogor dalam meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum memperbaiki ibadah, akhlak, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” kata Dedie.
Peringatan Isra Mi’raj ini menghadirkan KH. Fikri Zaenudin MZ sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia menekankan urgensi shalat sebagai fondasi utama pembentukan akhlakul karimah.
Menurut KH. Fikri, setiap gerakan dan bacaan shalat seharusnya tercermin dalam perilaku jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ibadah wajib perlu disempurnakan dengan amalan sunnah. Jika ada kekurangan dalam ibadah wajib, maka amalan sunnah dapat menjadi penyempurnanya,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan nilai ibadah dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah sebagai wujud keimanan.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 2026 ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi, meningkatkan religiusitas masyarakat, serta mendorong terwujudnya Kota Bogor yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.
Editor : Adjet
