Porprov Jabar 2026, Kota Bogor Matangkan Persiapan 20 Cabor di 7 Venue, Hotel Mulai Penuh Dipesan

BRO. KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan persiapan sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Chief de Mission (CDM) Meeting II yang digelar di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (28/7/2026).

Kota Bogor akan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat yang berlangsung pada 7–19 November 2026. Rapat CDM II ini juga diikuti oleh perwakilan Kota Bekasi dan Kota Depok untuk menyinkronkan kesiapan penyelenggaraan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan rapat tersebut merupakan bentuk komitmen seluruh tuan rumah dalam memastikan kesiapan pelaksanaan Porprov, mulai dari fasilitas, venue hingga pelayanan bagi para atlet.

“Kami berkomitmen memastikan seluruh tuan rumah memiliki kesiapan fasilitas dan berbagai kebutuhan lainnya agar penyelenggaraan Porprov berjalan sukses,” kata Jenal.

Ia menyebutkan, Porprov XV Jabar akan diikuti sekitar 17 ribu atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Di Kota Bogor sendiri akan dipertandingkan 20 cabang olahraga yang tersebar di tujuh venue.

Menurut Jenal, kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan pendukung akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Ini akan memberikan multiplier effect bagi UMKM, usaha transportasi, rental kendaraan, hingga sektor jasa lainnya. Bahkan hotel dan penginapan di Kota Bogor sudah banyak yang dipesan oleh kontingen dari berbagai daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Herry Antasari, memastikan pemerintah provinsi telah melakukan survei dan inspeksi ke sejumlah venue pertandingan di Kota Bogor.

“Provinsi sudah melakukan survei dan sidak ke beberapa venue. Kota Bogor harus siap memberikan fasilitas terbaik karena yang kita layani adalah atlet-atlet terbaik dari seluruh Jawa Barat,” katanya.

Herry menegaskan, Porprov bukan sekadar ajang olahraga daerah, tetapi menjadi fondasi pembinaan atlet menuju Babak Kualifikasi (BK) PON dan PON 2028.

“Porprov ini sangat penting karena menjadi awal pembinaan atlet. Jawa Barat memiliki target mempertahankan prestasi sebagai juara PON, sehingga pembinaan harus dimulai dari Porprov,” tegasnya.

Ia mengakui penyelenggaraan Porprov tahun ini menghadapi tantangan keterbatasan anggaran. Namun, hal tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelaksanaan maupun pembinaan atlet.

“Persiapan sejauh ini sangat baik. Tantangan anggaran dialami semua daerah, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas penyelenggaraan maupun prestasi atlet,” ujarnya.

Herry juga menjelaskan, Jawa Barat menerapkan konsep baru penyelenggaraan Porprov dengan membagi tuan rumah ke beberapa daerah. Langkah ini dilakukan agar tidak perlu membangun banyak infrastruktur baru yang berpotensi menjadi beban pemeliharaan setelah ajang olahraga selesai.

“Karena itu, arahan Pak Gubernur adalah penyelenggaraan dibuat lebih sederhana, namun tetap berkualitas dan efektif,” katanya.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Ngraeni, mendukung efisiensi anggaran untuk kegiatan seremonial. Namun, ia menegaskan anggaran yang berkaitan langsung dengan kebutuhan atlet tidak boleh dikurangi.

“Efisiensi boleh dilakukan pada kegiatan seremonial, tetapi anggaran untuk atlet tidak boleh dipotong. Pembinaan dan fasilitas atlet harus tetap menjadi prioritas agar Jawa Barat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tegas Fetty.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses