BRO. KOTA BOGOR – RSUD Kota Bogor sebagai Rumah Sakit Unggulan terus bebenah melakukan transformasi digitalisasi layanan kesehatan maupun pembangunan fasiltas gedung termasuk penataan perparkiran dengan sistem ‘Parkir Berbayar’ ditengah keterbatasan lahan parkir, guna memenuhi kebutuhan fasilitas seiring peningkatan pelayanan kesehatan bagi warga Bogor.
Selama ini tak dipungkri beberapa persoalan seperti kesemrawutan di area parkir termasuk adanya pengaduan pasien maupun pengunjung yang kehilangan helm termasuk adanya penitipan mobil diarea parkir ,tentu ini menjadi tantangan pihak management RSUD Kota Bogor untuk melakukan pembenahan perparkiran yang selama ini tanpa dipungut retebusi perparkiran alias gratis.
“Parkir di RSUD Kota Bogor memang menjadi salah satu fokus utama kami. Berbagai solusi telah dicoba untuk mengatasi masalah ini, namun hingga saat ini kami masih menghadapi kendala dalam menyediakan lahan yang memadai. Bahkan, beberapa lokasi di sekitar aula dan ruang sekolah telah kami sewakan untuk parkir, tetapi tetap belum mencukupi,” ungkap Kepala Bagian Umum dan Hukum RSUD Kota Bogor Okto Muhamad Ikhsan dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan, terkait penataan perparkiran di RSUD setempat, Selasa (22/10).

Menurut Okto, RSUD telah menjalin kerja sama dengan konsultan parkir guna memastikan penyediaan lahan parkir yang layak dan sesuai dengan kebutuhan. Namun, penumpukan kendaraan masih sering terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.
“Pada jam-jam sibuk, seperti sekitar pukul dua siang, kendaraan yang parkir bisa mencapai 900 motor. Meski begitu, kami terus berupaya mengoptimalkan sistem parkir agar lebih teratur dan tidak menimbulkan penumpukan di area rumah sakit,”jelas Okto yang juga didampingi bagian Humas RSUD Kota Bogor.
Dibagian lain, Okto juga memaparkan dalam menerapkan kebijakan parkir berbayar, RSUD Kota Bogor juga memberlakukan tarif yang terjangkau bagi pasien dan pengunjung.
“Tarif parkir kami cukup bersahabat. Untuk satu jam pertama, biaya parkir motor sebesar Rp2.000 dan maksimal Rp6.000 untuk rawat inap. Sedangkan parkir mobil Rp.3000 dan maksimal Rp.15.000. Bahkan, untuk members parkir selama 15 hari, motor biayanya hanya Rp15.000 dan mobil Rp30.000,”ungkap Okto.
Selain itu, kebijakan Dirut RSUD Kota Bogor, dr.Ilham Chaidir juga memperhatikan kebutuhan parkir bagi karyawan dengan menyewa lahan Rusun yang lokasinya persis di belakang gedung RSUD termasuk parkir untuk para dokter
“Area parkir khusus bagi karyawan, berada di lorong-lorong Rusun yang mampu menampung sekitar 700 unit motor karyawan. Meski demikian kami terus memantau potensi pajak dari pengelolaan parkir agar sesuai dengan regulasi yang berlaku,”ujarnya
Menyinggung kerjasama pihak ketiga Denisa Media Utama dalam pengelolaan parkir berbayar, diakui Okto Muhamad Ikhsan, pihak RSUD Kota Bogor telah melalui tahapan proses tender pengelolaan parkir dilakukan secara terbuka dan transparan melalui website RSUD Kota Bogor.
“Dua tahap tender sudah dilakukan. Ditahap pertama, tidak ada peserta yang memenuhi kriteria yang diharapkan, sehingga terpaksa dibatalkan. Tahap kedua sudah dimodifikasi dan kini berjalan dengan lebih baik,” jelasnya.
Meskipun demikian, Okto mengakui bahwa pendapatan dari pengelolaan parkir belum terlalu signifikan.
“Keuntungan dari hasil bagi parkir ini masih di bawah Rp50 juta per bulan, yang kemudian dibagi dengan pihak ketiga sebagai pengelola,” tambahnya.
Tak hanya mengelola parkir berbayar, Okto juga menyebut pihak ketiga selaku parking service di RSUD juga diberikan tanggungjawab untuk melengkapi fasilitas lainnya seperti Lampu penerangan di area parkir termasuk parkir khusus Ambulance termasuk adanya petugas parkir di areal perparkiran.
“Namun untuk penitipan Helm motor di area parkir, pihaknya masih dikaji apakah berbayar atau gratis, agar masyarakat baik pasien maupun pengunjung dan karyawan lebih merasa nyaman dan aman,”pungkas Okto
Editor : Adjet
