TP PKK Kota Bogor Monitoring Pengumpulan Minyak Jelantah di Kebon Pedes

BRO. KOTA BOGOR – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor melakukan monitoring dan evaluasi program pengumpulan minyak jelantah di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan TP PKK terhadap program Jelantah Bogor untuk Energi Negeri.

Monitoring dipimpin langsung Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, dan melibatkan PT Greenia serta partisipasi aktif masyarakat, termasuk pelajar SD Negeri Kebon Pedes 7.

Yantie menegaskan pentingnya edukasi pengelolaan minyak jelantah sejak usia dini agar masyarakat tidak lagi membuang minyak bekas pakai secara sembarangan yang dapat mencemari lingkungan.

“Pengumpulan minyak jelantah di Kebon Pedes ini melibatkan warga dan anak-anak sekolah. Sejak kecil mereka diedukasi bahwa minyak jelantah tidak boleh dibuang, tapi bisa dikelola dan diolah,” kata Yantie.

Ia menjelaskan, minyak jelantah merupakan minyak goreng sisa pakai yang idealnya digunakan maksimal tiga kali. Penggunaan berulang melebihi batas tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius.

“Pemakaian minyak goreng lebih dari tiga kali berisiko bagi kesehatan dan dapat memicu kanker. Karena itu, pengelolaan minyak jelantah ini menjadi sangat penting,” tegasnya.

Yantie memastikan TP PKK Kota Bogor berkomitmen mendukung program pengumpulan minyak jelantah di seluruh kelurahan sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus kelestarian lingkungan.

“PKK siap menjadi motor penggerak di tingkat keluarga dan wilayah, karena penggunaan minyak goreng paling dekat dengan peran ibu rumah tangga,” ujarnya.

Sementara itu, Strategic Partnership Manager PT Greenia, Giri Suseno, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor telah berjalan sekitar empat bulan dengan melibatkan berbagai perangkat daerah.

“Kami berharap kolaborasi dengan TP PKK dapat menjadikan gerakan pengumpulan minyak jelantah ini lebih masif dan berkelanjutan,” kata Giri.

Ia menambahkan, tangki minyak jelantah yang ditempatkan di Kelurahan Kebon Pedes memiliki kapasitas hingga 1.000 liter dan akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

“Minyak jelantah akan diolah menjadi bioavtur untuk bahan bakar pesawat, pakan ternak, serta produk turunan seperti sabun dan lilin,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kebon Pedes, Sari Sugiharti, menyebut pihak kelurahan aktif melakukan sosialisasi kepada warga dan pelaku usaha makanan.

“Kami menyasar pedagang gorengan, warteg, dan usaha kuliner lainnya. Program ini dijalankan bersama kelurahan, Koperasi Merah Putih, dan PT Greenia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, minyak jelantah yang dikumpulkan warga dibeli dengan harga Rp5.000 per liter secara tunai, sehingga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Selain menjaga lingkungan, warga juga mendapat nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses