BRO. MANGGARAI TIMUR — Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (ARM HA-IPB) kembali menyalurkan bantuan bagi penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada tahap kedua, bantuan menyasar Desa Golo Ngawan, wilayah Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan ARM HA-IPB bersama mitra, Yayasan Kabua Dana Rasa dan Yayasan Pahami Quran. Tim relawan mendatangi wilayah yang cukup terpencil untuk menyalurkan bantuan kepada 100 kepala keluarga (KK) atau sekitar 400 jiwa.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas 20 unit shelter atau tenda, 110 dus obat-obatan, 100 paket sembako, serta 100 dus air minum.
Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB, Ir. Agus Rusli, MM, mengatakan penyaluran tersebut merupakan kelanjutan dari bantuan tahap pertama yang sebelumnya diberikan kepada penyintas di Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
“Ini merupakan kelanjutan dari penyaluran pertama yang sebelumnya menjangkau Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, yang jarak tempuhnya sekitar 2,5 jam,” ujar Agus.
Seperti di Desa Salama, ARM HA-IPB juga mendirikan posko bersama dua yayasan lokal. Posko tersebut digunakan untuk memperkuat koordinasi sekaligus mempermudah proses distribusi bantuan kepada para penyintas.
Meski aktivitas gempa mulai berkurang dibandingkan pekan sebelumnya, kondisi psikologis penyintas masih diliputi kecemasan. Sebagian warga memilih tetap bertahan di tenda-tenda sederhana yang dibangun secara mandiri.
Kebutuhan dasar para penyintas hingga kini masih cukup tinggi. Selain shelter berupa tenda dan hunian sementara (huntara), mereka membutuhkan air bersih untuk konsumsi dan kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), bantuan pangan, hygiene kit, serta obat-obatan.
ARM HA-IPB mengajak sivitas akademika dan alumni IPB University untuk terus memberikan dukungan kepada para penyintas gempa di NTT.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah penyintas terdampak gempa bumi 15 Agustus 2026 di NTT mencapai 150.576 jiwa yang tersebar di sejumlah kabupaten. Sementara itu, korban meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat sebanyak 87 jiwa.
ARM HA-IPB menegaskan bantuan dan dukungan masyarakat masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membantu pemulihan para penyintas di wilayah terdampak gempa.
Editor : Adjet
