“Menjadikan Kadin Kabupaten Bogor sebagai episentrum rereongan yang inovatif, mandiri, inklusif dan berkelanjutan”.
BRO. CIBINONG — Hilal Firmansyah, SE, MM menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode 2026-2031. Di usia 44 tahun, Hilal menawarkan konsep kepemimpinan dengan semangat “Rereongan Sangkan Waluya” untuk menyatukan kembali para pelaku usaha di Kabupaten Bogor.
Hilal resmi mendeklarasikan pencalonannya pada Senin (10/8/2026) di Hotel Horison, Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Deklarasi tersebut dihadiri ratusan anggota dari 12 asosiasi usaha Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Kabupaten Bogor.
Hilal mengatakan, pencalonannya bukan sekadar mengejar jabatan, tetapi membawa gagasan untuk menjadikan Kadin sebagai rumah bersama seluruh pelaku usaha.

Foto ; dok
“Saya membawa dan mengajak rereongan, membersamai membangun Kadin ke depan,” kata Hilal saat menyampaikan sambutan di hadapan pengurus dan anggota HIPMI Kabupaten Bogor.
Lahir di Bogor pada 4 Maret 1982, Hilal tumbuh di lingkungan keluarga pengusaha. Ia merupakan putra H. TB. Nasrul Ibnu HR, pengusaha di bidang jasa konstruksi yang pernah memimpin Gapensi Jawa Barat dan Kadin Kabupaten Bogor.
Hilal menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dan melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Manajemen Bisnis IPB University.
Saat ini, Hilal menjabat Direktur Utama PT Tri Manunggal Karya. Di organisasi dunia usaha, ia dipercaya sebagai Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor dan Wakil Ketua Kadin Provinsi Jawa Barat.
Sebelum fokus mengelola perusahaan keluarga, Hilal juga pernah berpengalaman sebagai Site Manager di salah satu bank swasta nasional. Pengalaman di sektor perbankan, konstruksi, dan organisasi menjadi modalnya dalam memahami persoalan dunia usaha.
Usung Kadin sebagai Rumah Bersama
Hilal membawa visi “Menjadikan Kadin Kabupaten Bogor sebagai episentrum rereongan yang inovatif, mandiri, inklusif dan berkelanjutan.”
Menurutnya, rereongan merupakan nilai kearifan lokal Sunda yang bermakna membangun secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
Visi tersebut diterjemahkan dalam empat misi utama.
Pertama, digitalisasi UMKM melalui pelatihan, pendampingan pemasaran digital hingga membuka akses pelaku usaha ke marketplace. Hilal menilai UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar naik kelas dan memiliki daya saing.
Kedua, membangun kemitraan yang adil antara industri besar dan pelaku usaha lokal. Kadin, kata Hilal, harus menjadi jembatan untuk membuka peluang subkontrak, rantai pasok dan kemitraan yang saling menguntungkan.
“Yang besar jangan jalan sendiri. Yang kecil juga harus ditarik naik,” tegasnya.
Ketiga, mendorong kemudahan investasi dan reformasi layanan ekonomi. Hilal ingin Kadin aktif menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi dan ekosistem usaha yang kondusif.
Keempat, mengembangkan ekonomi hijau, ketahanan pangan dan ekowisata dengan mengoptimalkan potensi Kabupaten Bogor sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.
Seluruh gagasan tersebut dirangkum dalam motto “Kadin Baru, Pengusaha Bogor Maju dengan Semangat Rereongan Sangkan Waluya.”
Ingin Pulihkan Soliditas Kadin
Hilal juga menyoroti pentingnya mengakhiri disharmoni yang sempat terjadi di tubuh Kadin Kabupaten Bogor.
Dalam deklarasinya, ia mengajak seluruh elemen dunia usaha kembali memperkuat soliditas organisasi.
“Kita harus kembali ke rumah besar. Tidak ada lagi sekat. Mari bersama berkolaborasi, gotong royong memperkuat positioning Kadin sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Hilal menegaskan, Kadin tidak boleh hanya menjadi ruang bagi pengusaha besar. Pelaku UMKM, koperasi, kelompok tani hingga usaha mikro harus mendapatkan ruang dan akses yang sama.
Selain digitalisasi, ia mendorong penguatan akses permodalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Tawarkan Kepemimpinan yang Merangkul
Ketua Tim Pemenangan Hilal, Gustav Manurung, menyebut Hilal memiliki tiga modal sosial untuk memimpin Kadin Kabupaten Bogor, yakni mau mendengar, siap merangkul dan tangguh bekerja.
Menurut Gustav, karakter tersebut terlihat dari pola komunikasi Hilal yang tidak hanya menyampaikan gagasan dalam forum formal, tetapi juga turun menemui asosiasi dan anggota untuk menyerap aspirasi.
Hilal sendiri mengibaratkan Kadin sebagai sebuah bahtera yang harus diarungi bersama.
“Kita siap menghadapi badai dan ombak bersama-sama. Semua penumpang harus selamat sampai tujuan,” katanya.
Hilal menilai tantangan dunia usaha ke depan semakin kompleks. Transformasi digital, perubahan iklim, tuntutan investasi berkelanjutan dan persaingan usaha membutuhkan organisasi yang lebih adaptif.
Karena itu, ia ingin Kadin Kabupaten Bogor tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan program yang benar-benar dirasakan pelaku usaha.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX Kadin Kabupaten Bogor yang dijadwalkan berlangsung pada 7 September 2026.
Mukab tersebut akan menjadi momentum bagi anggota Kadin Kabupaten Bogor menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk lima tahun ke depan.
Hilal datang dengan satu tawaran utama: membangun Kadin melalui kerja bersama.
Dari Cibinong, ia membawa semangat rereongan untuk mendorong pengusaha Bogor lebih maju.(adv)
Ini Biodata Singkat Hilal Firmansyah
Nama: Hilal Firmansyah, SE, MM
Tempat/Tanggal Lahir: Bogor, 4 Maret 1982
Pendidikan: S1 Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti; S2 Sekolah Manajemen Bisnis IPB University
Jabatan:
-Direktur Utama PT Tri Manunggal Karya;
-Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor;
-Wakil Ketua Kadin Provinsi Jawa Barat
Visi: Episentrum Rereongan yang Inovatif, Mandiri, Inklusif dan Berkelanjutan
Motto: Kadin Baru, Pengusaha Bogor Maju – Rereongan Sangkan Waluya
Editor : Adjet
