Pemkot Bogor Dukung PSEL, Sampah 1.000 Ton per Hari Ditargetkan Jadi Energi Listrik

“Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi darurat sampah,”tegas Hanif Faisol

BRO. KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan sampah melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi berkelanjutan.

Dukungan tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi darurat sampah.

Di wilayah Jabodetabek, timbulan sampah mencapai sekitar 15.000 ton per hari, sementara di kawasan Bandung Raya mencapai sekitar 5.000 ton per hari.

Pernyataan itu disampaikan saat penandatanganan kesepakatan pembangunan PSEL di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik peluang percepatan pembangunan PSEL yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Menurutnya, regulasi tersebut membuka ruang bagi pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah.

Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang didorong untuk mengembangkan PSEL sebagai sumber energi alternatif berbasis sampah, yang dapat dikerjasamakan secara regional bersama daerah sekitar.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan kesiapan daerahnya untuk mendukung program tersebut sekaligus mendorong penyelesaian masalah sampah secara terintegrasi di wilayah Bogor Raya hingga kawasan aglomerasi Bandung Raya.

“Ini menjadi peluang besar untuk menyelesaikan persoalan sampah secara bersama-sama, tidak hanya di Kota Bogor, tetapi juga di wilayah Bogor Raya dan kawasan aglomerasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Dedie.

Pemkot Bogor sendiri mengusulkan pembangunan fasilitas PSEL di kawasan Kayumanis. Fasilitas ini direncanakan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan energi

Melalui pengembangan PSEL, penanganan sampah diharapkan tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah berupa energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Pemkot Bogor juga menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah sekitar, serta berbagai pihak terkait dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses