BRO. KOTA BOGOR – Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Selasa (10/3/2026) sore menyebabkan banjir di kawasan Tanah Baru, tepatnya di RT 02/RW 04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Sekitar 20 rumah warga terendam akibat luapan Kali Ciluar.
Banjir terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Air sungai meluap ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa.
Salah satu warga, Chandra, mengatakan air datang cukup cepat hingga merendam sejumlah rumah di wilayah tersebut.
“Banjir mulai sekitar jam tiga sore. Air masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar selutut orang dewasa. Alhamdulillah sekitar satu jam kemudian air mulai surut,” ujar Chandra.
Meski tidak berlangsung lama, banjir sempat membuat warga panik karena air datang tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Mengetahui kejadian itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, langsung bergerak cepat (gercep) meninjau lokasi banjir setelah berbuka puasa dan menunaikan salat Maghrib. Ia mengaku mendapatkan laporan langsung dari warga melalui pesan WhatsApp.
“Saya mendapat kabar dari warga bahwa terjadi banjir di sini. Setelah buka puasa dan salat Maghrib saya langsung datang ke lokasi untuk melihat kondisi warga,” kata Zenal di lokasi.
Dalam kunjungannya, Zenal juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat.
“Ini bentuk tanggung jawab kita terhadap warga Kota Bogor. Selain memastikan kondisi di lapangan, kami juga memberikan bantuan sembako agar bisa membantu kebutuhan warga yang terdampak,” ujarnya.
Zenal menegaskan, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab banjir yang terjadi, apakah semata karena curah hujan tinggi atau ada persoalan pada sistem drainase maupun aliran sungai.
“Ke depan harus dicari penyebabnya, apakah karena curah hujan tinggi atau drainase yang kurang berfungsi. Ini penting agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.
Sementara itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor juga turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta memberikan bantuan darurat bagi warga terdampak.
Perwakilan BPBD Kota Bogor, Maruli, mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan berupa perlengkapan alat tidur untuk warga yang rumahnya masih dalam kondisi kotor pascabanjir.
“Kami datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga dan memberikan bantuan darurat berupa perlengkapan alat tidur. Ini untuk membantu sementara waktu karena kondisi rumah warga masih belum bersih setelah terendam banjir,” kata Maruli.
Ia juga mengungkapkan bahwa hujan deras yang melanda Kota Bogor pada hari yang sama memicu sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah.
“Berdasarkan data sementara, hari ini ada sekitar 18 titik kejadian bencana di Kota Bogor, mulai dari banjir lintasan, rumah ambruk hingga tanah longsor,” jelasnya.
BPBD Kota Bogor masih terus melakukan pendataan serta penanganan di berbagai lokasi terdampak bencana akibat cuaca ekstrem tersebut.
Warga berharap pemerintah dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperbaiki sistem drainase dan pengendalian aliran sungai agar kejadian banjir akibat luapan Kali Ciluar tidak kembali terjadi di kawasan permukiman.
Editor : Adjet
