IndeksBogorianNews

HUT ke-6, RSUD Kota Bogor Diminta Berganti Nama dan Segera Operasikan Laboratorium PCR

loading...

BRO. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor segera berganti nama. Proses pergantian nama itu, untuk menunjukan identitas dari Badan Layanan Umum (BLU) milik Pemkot Bogor. Terkait dengan itu, Bima Arya meminta masukan dari berbagai pihak untuk pilihan nama yang akan dipakai menjadi nama RSUD.

“RSUD ini harus punya nama. Masa sejak awal berdiri hingga memasuki usia yang ke-6 ini, namanya RSUD Kota Bogor terus. Untuk identitas sangat perlu. Silahkan teman-teman dewan bisa mengusulkan, RSUD bisa mengusulkan, dan lain sebagainya,” katanya saat meninjau persiapan pengoperasian Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Hari Ulang Tahu (HUT) ke-6 RSUD Kota Bogor, Jumat (07/08/2020).

Usulkan nama yang meyakinkan, punya kredibilitas terutama dibidang kesehatan. Saya inginnya nama dari tokoh Bogor yang lekat dengan perjuangan dibidang kesehatan,” ujar Bima.

Baca Juga: Banyak Pasien Terindikasi Corona, RSUD Bogor Ingin Operasikan Lab Swab PCR

Selain itu, kata dia, sebagai ‘alumni Covid-19’ dirinya tidak menyesal telah memutuskan untuk dirawat di RSUD Kota Bogor saat hasil tes menyatakan sang wali kota terkonfirmasi positif.

“Saya tidak pernah menyesal dan merasa keputusan itu tepat untuk dirawat di RSUD. Padahal waktu itu ada orang juga yang mengingatkan dan bilang ‘Pak wali, sebaiknya dirawat di Jakarta saja lebih siap, lebih pengalaman,” katanya.

“RSUD kan belum pengalaman, jangan ambil risiko.’ Yakinilah tidak ada yang kebetulan, semua itu ada hikmahnya. Bayangkan, RSUD ini saya yang meresmikan gedungnya, saya pula jadi pasien Covid pertamanya disitu. Tapi lagi-lagi saya percaya bahwa semuanya itu sudah jalan-Nya,” tambahnya.

Baca Juga: Pemkot Tutup Sebagian Pelayanan Kesehatan RSUD Kota Bogor, Ini Alasannya

Namun, lanjut Bima, ujian belum selesai, pihaknya meminta RSUD Kota Bogor membuktikan bahwa telah memiliki sistem yang siap. Ia juga mengaku senang dan bangga. Diulang tahun ke-6 ini, RSUD Kota Bogor bakal mengoperasikan laboratorium PCR dalam menunjang target 11 ribu swab test.

“Sebab, swab test yang sesuai standar WHO, yakni 1 persen dari jumlah penduduk. Sekarang sudah 8.400 swab, mungkin sekitar satu bulan lagi bisa 11 ribu ya. Laboratorium PCR sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas uji diagnostik spesimen Covid-19,” katanya.

Apalagi pihaknya memprediksi pandemi Covid-19 ini tak akan selesai dalam waktu yang cepat. Kalaupun Covid-19 nanti sudah selesai, alat yang ada di laboratorium PCR RSUD Kota Bogor ini tetap akan dibutuhkan untuk case lainnya..

Baca Juga: Bima Arya Keluar RSUD, Pasien Positif Corona yang Sembuh di Kota Bogor Masih Nihil

“Semoga RSUD bisa semakin mengakselerasi mitigasi infeksinya. Ketika satu orang ketahuan positif, ini kan ada Detektif Covid langsung bergerak, ada tracing kontaknya melalui unit lacak dan unit pantau. 2 x 24 jam muncul nama-nama ODP lalu kita tes swab dan hasilnya bisa kita ketahui segera karena ada Lab PCR di RSUD,” katanya.

Jadi, membuat sistem ini lebih terakselerasi, memaksa sistem bekerja. Insya Allah segera prosesnya kita percepat. Mudah-mudahan Minggu depan bisa dioperasionalkan Lab PCR ini,” tambahnya.

Sementara iu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir mengungkapkan, saat ini proses pengoperasian laboratorium PCR di RSUD masih menunggu izin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Kasus Positif Corona Mulai Landai, RSUD Bogor Kembali Buka Layanan Umum

“Laboratorium PCR kita masih menunggu keluar izin. Sudah diajukan surat ke Dinkes Provinsi dengan bantuan dari Dinkes Kota Bogor. Nanti akan ada visitasi dari provinsi untuk diajukan ke Kemenkes, kemudian nanti keluar izin. Mudah-mudahan bisa cepat karena sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan diagnostik kami,” terang Ilham.

Ia menambahkan, jika sudah beroperasi kapasitas uji diagnostik maksimal bisa mencapai 200 spesimen per hari. “Jadi, hasil swabnya bisa keluar satu hari. Kapasitasnya nanti sekitar 96 spesimen untuk sekali running. Maksimal bisa 2-3 kali running, Mudah-mudahan kemampuan diagnostik kita menjadi meningkat sehingga lebih mempermudah tracing dalam mitigasi serta fungsi RSUD lebih kompleks,” katanya.

“Saat ini, RSUD Kota Bogor sudah menyiapkan 112 tempat tidur khusus untuk pasien Covid yang dirawat. Delapan tempat tidur diantaranya sudah memiliki ventilator dan tekanan negatif. Tempat tidur yang terisi ada 64 dari 112 kapasitas,” terangnya.

Penulis: A. Basuki
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close